Kalimat yang menjadi teman Baikku

Diposting pada

Kalimat yang menjadi teman baik ku ini merupakan sebuah cerpen yang di tulis dengan keadaan yang sebenarnya.. jadi cerpen ini merupakan pengalaman pribadi penulis [admin otwsangir.com]. nama Lula pada cerpen ini merupakan nama samaran..

Ini merupakan cerpen pertama pada blog ini.. jika teman suka pada cerpen di bawah maka cerita tersebut akan admin lanjutkan dengan kisah berikutnya… apakah kisah ini perih, sedih atau malah lucu..

maka silahkan teman baca sampai habis ya.. agar tidak terjadi salah paham di antara kita berdua…

Kalimat Yang menjadi Teman Baik Ku

kalimat yang menjadi teman baik ku
kalimat yang menjadi teman baik ku

***

Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah…   Sudah beratus kali aku ucapkan kalimat ini dengan hanya berbisik lalu bibirku yang sedikit berkomat kamit..

aku yang berdiri di depan pitu base camp kebetulan aku berdiri dengan posisi pas dimana jam dinding terlihat jelas dari luar pintu base camp ,dan teman temanku sedang ramai di dalam sana entah lagi pada ngapain…

Teman teman tidak pernah menyadari bahwa aku sedang merencanakan sesuatu . Mereka yang asik cekikikan kadang teriak teriak tidak  jelas..mereka  tidak sedikitpun melihat keanehan Pada diriku yang berdiri sendiri diluar pintu….

Memang selalu begitu aku  bisa membuat diri ku terlihat biasa saja, walaupun dalam keadaan yang aku sendiri sedang tidak biasa saja….

Aku melirik kearah pintu dimana dari sana terlihat jelas jam di tembok sana yang menunjukkan jam 8 kurang 10… entah pikiran apa yang membuat aku merasa bahwa masih ada waktu 10 menit lagi dan waktu 10 menit itu aku gunakan untuk mengucapkan Astagfirullah yang tidak akan aku hentikan…

Lalu aku pindah dan duduk diatas motor.. aku tidak perduli ini motor punya siapa… Aku pun sengaja duduk di jok motor ini sambil terus menguatkan diri aku dan berusaha untuk tidak bertingkah aneh…

Benar saja Setiap kalimat istighfar yang aku ucapkan benar benar memberikan kekuatan dalam hati ku ini…

Aku benar benar merasa sanggup untuk melakukannya  sambil megang stang motor yang terlihat keren ini….

Lalu aku lirik jam lagi entah untuk apa.. karena kapanpun aku berangkat maka akan sama saja.. karena keadaan benar benar aman… dan tidak aka ada masalah serius untuk di hadapi karena tidak ada yang akan menyadari apa yang sudah aku rencanakan..

terasa lega saat ini dimana aku  bisa berangkat dengan tenang tanpa ada seorangpun yang berteriak memanggil ku.. jika  ada yang memanggil maka aku harus berpura pura biasa saja. dan membatalkan niat aku ini..

jauh dari dalam lubuk hati aku selalu bertanya tanya.. kenapa ya aku menjadi seorang yang seperti ini…?? namun pertanyaan itu tenggelam oleh niat ku yang sekarang benar benar sudah bulat.

dan akupun  berangkat keluar menuju gerbang ke tempat di mana aku akan memulai perjuangan yang sebenarnya..

Sambil beristighfar sepanjang jalan aku sampai didepan warung si ibuk yang berada tepat di depan rumahnya.. dag dig dug dag dig dug suara jantung detak jantungku semakin kencang rasa hati sebenarnya sudah tidak karuan..

Tetapi aku selalu mampu menenangkan hati ku yang kacau ini. Dan aku kembali mengucap  kalimat istighfar yang berbisik dari bibir ku, meski hampir tidak terciri bahwa aku sedang mengucapkan sesuatu…

Sesampai nya Di depan warung…  suami si ibuk yang baik banget ini menyapaku.

Seperti biasa bapak bapak yang biasa aku panggil om ini menyapaku dengan logat betawi kentalnya…

Eh mau kemane nih .. sapa si om dengan nada semangat

Enggak om mau main aja.. ujar ku dengan sedikit senyum

kagak makan dulu.. kembali si om berujar

Ya om tadi udah sama si Lula, jawabku dengan nada datar

Dengan hati yang masih menyisakan sedikit ke takutan, aku mencoba duduk di sebalah si om yang saat ini duduk di bangku panjang di depan warung makan Istrinya..

Aku mulai kembali percakapan dengan si om yang baik ini…

Tumben make baju dinas om.. ujar ku sedikit becanda

Lah kaga baju ini enak dipake berasa anget aje… jawab si om dengan sedikit senyum

Si om yang hobi bercerita meneruskan kisah perihal baju dinas yang dia pake… baju dinas berbentuk kameja tersebut memang terlihat nyambung  dengan bapak bapak yang berprofesi menjadi bengkel ini.. ya baju tersebut memang tidak terlihat kinclong karena sudah sering di pakainya buat kerja memperbaiki mesin mesin berat  punya perusahaan tempat Si om bekerja..

Aku sebenarnya tidak begitu mengikuti alur cerita si om, karena keadaan hati saya yang saat ini benar benar tidak menentu…

aku sedang berusaha melawan diri ku yang sedang ketakutan untuk menghadapi kenyataan yang akan terjadi..

dan lagi aku harus memaksakan diri untuk meloloskan niatan ku yang rasanya sudah urgent banget..

Tiba tiba si om menghentikan ceritanya dan menyambut seorang pria  yang datang dari arah tempat aku duduk….

Gilaaa aku benar benar deg degan dan rasanya bercampur aduk melihat pria berbadan besar sedikit gendut namun masih terlihat muda ini

Sedangkan Pria tersebut salaman dengan si om.. sambil si om berujar… Oh ya si Lula nya ada di dalam.. kata si om..

Pria tersebut menjawab iya pak….

Dan pria tersebut melangkah ke ruang tamu rumah si om.. yang kebetulan berada di sebelah  warung tempat kami duduk…

Gilaa aku benar benar ingin mengucap istighfar kembali namun si om yang sepertinya masih semangat melanjutkan ceritnya ini haruslah aku dengarkan..

Ya aku berusaha sekuat tenaga untuk mendengar cerita si om yang sepertinya masih panjang banget.. aku hanya menimpali sesekali dengan kalimat singkat.. seperti ooh gitu ya om, atau hehe bisa aja om.. wah keren om…

Gila saat ini aku benar benar ingin kabur dari sini aku ingin lari sekencang mungkin aku mau ketempat yang sangat jauh aku sudah tidak mengerti lagi apa harus berbuat apa…..

Tapi alhamdulilah seseorang belanja di warung si ibuk, karena tidak ada yang jaga maka si omlah yang melayani pembeli tersebut.. akhir nya  si om berdiri dari tempat duduknya…

Sedangkan aku langsung berangkat sambil berujar om pulang dulu..

Ooh iye cepet bener udah pengen pulang aje.. ujar si om sambil mengambil makanan yang di beli pelanggannya..

Iya om mau ada perlu dulu. Jawab ku sekenanya…

Sambil melangkah pulang menuju base camp.. yang kebetulan jaraknya dekat dengan warung si ibuk dan si om orang tua si Lula..

Sesampainya di base camp motor yang tadi aku duduki sudah tidak ada.. ternyata sudah di bawa pemiliknya pulang…

Dan di dalam base camp sudah mulai sepi hanya tersisa si junet dan mang badrun… mereka berdua lagi pada maen PS Sambil membanggakan diri masing masing sesekali berteriak gak jelas…

Aku bertingkah biasa saja, sambil nyomot rokok yang terlihat terabaikan di dalam asbak karena tuannya lagi sibuk dengan PS nya,aku juga gak tau sebenarnya rokok malang  yang di bakar tapi tidak terhisap ini entahlah punya siapa,tapi  yang penting aku ngerokok…

Entahlah rasanya membakar sebatang rorkok saja rasanya begitu berat, aku merokok saja ngak tau buat apa… ngak kepengen sebenarnya….

Lagi lagi istighfar yang membantu aku menguat diri ini jika tidak maka aku sudah membuat kacau dari tadi…

Aku  hanya focus dengan ucapan astagfirullah ku yang sebenarnya tidak di  sadari oleh 2 sohib yang ada di sebelahku..

sesekali ku pejamkan mata dan meresapai ucapan Astagfirullah ku agar aku tidak memikirkan hal yang aneh aneh..

Setelah merasa sedikit lega maka aku pamit ke junet dan mang badrun dan aku berangkat mengendarai motor butut ku.. jujur aku sendiri masih belum tau kemana aku akan berangkat…..

Yang aku tau aku akan kembali lagi kesini untuk mengulang kembali perjuanganku. Melawan diri sendiri agar sanggup untuk mengucapkan kata “Om Aku ingin Melamar Lula”

 

Kalimat yang menjadi teman Baik Ku oleh  Hasbi Zulkarni / Otwsangir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *